|
FREQUENTLY ASKED QUESTIONS
I WANT TO BECOME REKAYASA’S OFFICIAL PARTNER AND IT’S THE
FIRST TIME I’VE HEARD ABOUT EPRO. HOW DO I REGISTER MY COMPANY?
-
Go to http://epro.rekayasa.com
-
Click register
-
Enter YOUR (company’s) email address
-
Click register again
-
In a few minutes, check your email inbox. You will receive an email from EPRO
containing: User ID & Password
-
Go back to http://epro.rekayasa.com and insert the User ID & Password given
and then click Login
-
Fill in the box and click submit
WHAT DO I NEED?
EPRO is a web-based application. To get access into it, you will need to have:
-
PC Computer with Ms Windows XP or higher
-
Pentium III or higher
-
Internet Explorer version 6.0 or higher
-
64 MB Memory (256 MB or higher is recommended)
IF I HAVE SOME PROBLEMS REGARDING EPRO, WHOM AM I TO
CONTACT?
Vendor Management
PT REKAYASA INDUSTRI
Jl. Kalibata Timur I No. 36 Kalibata
PO BOX 3727
Jakarta 12740 - INDONESIA
Tel.: (62-21) 7988 700, 7988 707
Fax: (62-21) 7974 366
A. SYSTEM EPRO
A.1. Information system
|
Q1) |
Kapan kami / vendor tahu klarifikasi akan dilakukan atau vendor harus submit
lewat EPRO? |
|
A1) |
Secara otomatis, sistem EPRO akan mengirimkan pesan melalui
e-mail dan/ atau sms untuk memberitahukan setiap paket kegiatan yang harus
dilaksanakan oleh user di setiap tahap penggunaan EPRO. Pastikan alamat e-mail
& no. Hp yang terdaftar di dalam EPRO adalah valid dan aktif.
|
|
Q2) |
Untuk mengetahui apakah tender yang ditujukan ke perusahaan kita, apakah ada
pemberitahuan melalui e-mail atau vendor harus selalu cek sendiri ke EPRO? |
|
A2) |
Secara otomatis, sistem EPRO akan mengirimkan pesan melalui
e-mail dan/ atau sms untuk memberitahukan bahwa anda memperoleh RFQ di dalam
system EPRO. Pastikan alamat e-mail & no. Hp yang terdaftar di dalam EPRO
adalah valid dan aktif.
|
|
Q3) |
Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa vendor di undang tender? |
|
A3) |
Secara otomatis, sistem EPRO akan mengirimkan pesan melalui
e-mail dan/ atau sms untuk memberitahukan bahwa anda memperoleh RFQ di dalam
system EPRO. Pastikan alamat e-mail & no. Hp yang terdaftar di dalam EPRO
adalah valid dan aktif.
|
|
Q4) |
Pada waktu tender apakah vendor mendapat informasi terlebih dahulu melalui
e-mail / fax? |
|
A4) |
Secara otomatis, sistem EPRO akan mengirimkan pesan melalui
e-mail dan/ atau sms untuk memberitahukan setiap paket kegiatan yang harus
dilaksanakan oleh user di setiap tahap penggunaan EPRO. Pastikan alamat e-mail
& no. Hp yang terdaftar di dalam EPRO adalah valid dan aktif.
|
|
Q5) |
Apakah ada pemberitahuan melalui e-mail atau sms.
|
|
A5) |
Ya, pemberitahuan dikirimkan secara otomatis oleh sistem.
Pastikan alamat e-mail & no. Hp yang terdaftar di dalam EPRO adalah valid
dan aktif.
|
|
Q6) |
Apakah masih ada undangan tender/ RFQ? |
|
A6) |
Undangan tersebut ada di dalam sistem EPRO. Informasi tentang
undangan/ RFQ tersebut secara otomatis akan dikirimkan oleh sistem, pastikan
alamat e-mail & no. Hp yang terdaftar di dalam EPRO adalah valid dan aktif.
|
|
Q7) |
Dapatkah vendor mengetahui jumlah atau nama vendor yang di undang (sebelum
menawarkan)? |
|
A7) |
Tidak. Informasi tersebut baru disampaikan setelah tender
berakhir, dengan tujuan membantu vendor untuk mengevaluasi performance nya
dalam mengikuti paket tender tersebut.
|
|
Q8) |
Apakah bisa kalau vendor menang, diberitahukan lewat e-mail bahwa yang
bersangkutan menang (sekedar announce) & yang bersangkutan harap membuka
web-site. |
|
A8) |
Secara otomatis, sistem EPRO akan mengirimkan pesan melalui
e-mail dan/ atau sms untuk memberitahukan bahwa vendor yang bersangkutan telah
memenangkan tender dan diminta untuk merespond PO yang diberikan. Pastikan
alamat e-mail & no. Hp yang terdaftar di dalam EPRO adalah valid dan aktif.
|
|
Q9) |
Apakah di website EPRO dicantumkan nama user dari proyek atau tender.
|
|
A9) |
Ya, Originator Paket RFQ & MR akan tercantum pada setiap
RFQ dan MR yang dikirimkan ke vendor.
|
A.2. Attachment system
|
Q1) |
Untuk EPRO, bagaimana kalau melampirkan catalog? |
|
A1) |
Pada tahap “quote” di langkah ke 3, setelah upload quotation
dan upload TDS, vendor dapat melampirkan catalogue yang telah di scan dan di
save dalam format pdf. jpeg. gif. dengan cara meng-upload-nya ke dalam system.
Bila file dirasa terlalu besar (di atas 2 MB), gunakan program ZIP untuk
mengkompres file tersebut. Vendor dapat mengupload sebanyak 5 attachment sekali
upload, tanpa ada batasan berapa banyak yang ingin di upload. Misal, jika
vendor ingin meng upload sebanyak tujuh (7) attachment, maka upload 5
attachment di percobaan pertama, lalu ulangi proses untuk menguapload 2 sisa
attachment.
|
|
Q2) |
Apabila form penawaran vendor berbeda dengan yang diberikan, bolehkah
ditambahkan / tambahan attachment dengan form penawaran dari vendor? |
|
A2) |
Hal tersebut dapat anda lakukan.
|
|
Q3) |
Berapa besar data yang dapat di upload ke dalam EPRO (untuk attachment
brochure)? |
|
A3) |
Saat ini tidak di batasi, karena file tersebut akan di copy
secara otomatis oleh system ke dalam hard disk server. Akan tetapi, untuk
mencegah hal yang tidak di inginkan, ada baiknya di batasi besar data sebesar
2MB per data / attachment file.
|
A.3. Security & Reliability of System
|
Q1) |
Apakah untuk list material dengan item yang banyak tetap bisa terkirim/ tidak
hange? |
|
A1) |
Kami telah mencoba live hingga 300 item per material
requisition, hasilnya system EPRO berjalan dengan baik-baik saja. List material
yang banyak masih tetap bisa terkirim tanpa hambatan.
|
|
Q2) |
Pemberian password ke vendor & bagaimana menjamin kerahasiaan password
termasuk bagi programmer / spv IT? |
|
A2) |
|
|
Q3) |
Bagaimana tingkat security dari user name dan password? |
|
A3) |
|
|
Q4) |
Bagaimana kerahasiaan penawaran? |
|
A4) |
Kerahasiaan penawaran anda sangat terjamin, tidak ada pihak
lain yang mengetahui penawaran anda yang anda upload ke dalam sistem EPRO.
Purchaser beserta engineer & Project Procurement Manager, baru dapat
melihat penawaran anda apabila waktu yang ditentukan sebagai batas penyerahan
penawaran telah terlewati.
|
|
Q5) |
Bagaimana jika system di REKIND down, sehingga data tidak bisa quote? Dan
bagaimana jika sebaliknya sistem di vendor down? Apa bisa pakai manual? |
|
A5) |
REKIND memiliki 3 server yang menjadi ”rumah” untuk server
EPRO. Satu server digunakan sebagai rumah bagi ”epro.rekayasa.com” yang
berfungsi sebagai work front para vendor. Satu server berfungsi sebagai rumah
bagi ”epro.rekayasa.co.id” yang berfungsi sebagai work front para user di
REKIND. Satu server berfungsi sebagai warehousing server yang menyimpan semua
data yang ada di kedua server sebelumnya. Guna menghindari kegagalan yang
bersifat electronic & electric, maka kami sarankan bagi para user untuk
mendownload & menyimpan data dokumen yang ada di dalam EPRO dalam PC
masing-masing, sehingga jika memang terjadi failure, data yang diperlukan bisa
segera dimanfaatkan, dan jika memang mendesak, tender dapat dilanjutkan secara
offline/ manual.
|
|
Q6) |
Apabila system EPRO down karena virus/ hack dari internet. Backup apa yang
Rekayasa siapkan. |
|
A6) |
REKIND memiliki 3 server yang menjadi ”rumah” untuk server
EPRO. Satu server digunakan sebagai rumah bagi ”epro.rekayasa.com” yang
berfungsi sebagai work front para vendor. Satu server berfungsi sebagai rumah
bagi ”epro.rekayasa.co.id” yang berfungsi sebagai work front para user di
REKIND. Satu server berfungsi sebagai warehousing server yang menyimpan semua
data yang ada di kedua server sebelumnya. Guna menghindari kegagalan yang
bersifat electronic & electric, maka kami sarankan bagi para user untuk
mendownload & menyimpan data dokumen yang ada di dalam EPRO dalam PC
masing-masing, sehingga jika memang terjadi failure, data yang diperlukan bisa
segera dimanfaatkan, dan jika memang mendesak, tender dapat dilanjutkan secara
offline/ manual.
|
A.4. User ID & Password
|
Q1) |
Bagaimana dengan mekanisme mendapatkan user ID dan password untuk EPRO System |
|
A1) |
User ID dan password akan anda dapatkan apabila anda
mendaftarkan perusahaan anda sebagai rekanan PT. Rekayasa Industri.
|
|
Q2) |
Bagaimana menggantinya User Name dan password? |
|
A2) |
User name tidak dapat diganti, sedangkan password anda dapat
anda ganti sesuka hati anda. Pastikan password yang anda buat untuk
menggantikan password yang lama dapat anda ingat dengan mudah dan tidak
menyulitkan anda sebagai user.
|
|
Q3) |
Apakah Login dan User name yang lama masih berlaku? |
|
A3) |
Login dan User name berlaku selama system EPRO berjalan.
|
|
Q4) |
Password berlaku untuk seterusnya atau per project saja? |
|
A4) |
Password berlaku untuk seterusnya kecuali anda menggantinya
dengan password yang baru. Pastikan password yang anda buat untuk menggantikan
password yang lama dapat anda ingat dengan mudah dan tidak menyulitkan anda
sebagai user.
|
|
Q5) |
Bagaimana cara mendapatkan password atau recover password? |
|
A5) |
User ID dan password akan anda dapatkan apabila anda
mendaftarkan perusahaan anda sebagai rekanan PT. Rekayasa Industri. Jika anda
kehilangan / lupa / tidak ingat password anda, segera kirim surat resmi
menjelaskan perihal password tersebut ke PT. Rekayasa Industri, tujukan kepada:
Sdr. M. Haikal
EPRO Program Coordinator
Vendor Management Department
|
|
Q6) |
Kami pernah mendaftar di EPRO, tetapi karena tidak pernah digunakan dan
beberapa kali ganti personel. Saat ini user name & password EPRO kami
hilang. Bagaimana cara untuk meregistrasi ulang? |
|
A6) |
Jika anda kehilangan / lupa / tidak ingat password anda,
segera kirim surat resmi menjelaskan perihal password tersebut ke PT. Rekayasa
Industri, tujukan kepada:
Sdr. M. Haikal
EPRO Program Coordinator
Vendor Management Department
|
|
Q7) |
Tidak bisa login (user name & password usah di isi) |
|
A7) |
Hubungi Sdr. M.Haikal (EPRO Program Coordinator )di :
no. Telp: (62-21) 7988700 – ext. 2114
e-mail: haikal@rekayasa.co.id /
epro@rekayasa.co.id
|
A.5. How to Quote & Revise
|
Q1) |
Bila ada revisi price, processnya? |
|
A1) |
Lakukan sebagaimana anda melakukan quotation. Lihat halaman 14
pada buku panduan penggunaan EPRO
|
|
Q2) |
Apakah hard copy quotation masih harus di submit? |
|
A2) |
Tidak perlu jika menggunakan system EPRO. Dokumen pelengkap
penawaran lainnya yang bersifat komersial & financial tetap harus anda
serahkan kebagian administrasi procurement proyek / purchaser (i.e. bid bond).
|
|
Q3) |
Hard copy penawaran ditawarkan / diberikan sebelum / sesudah closed tender ? |
|
A3) |
Tidak perlu jika menggunakan system EPRO. Dokumen pelengkap
penawaran lainnya yang bersifat komersial & financial tetap harus anda
serahkan kebagian administrasi procurement proyek / purchaser (i.e. bid bond).
|
|
Q4) |
Kapan hard copy duration harus dikirim? |
|
A4) |
Tidak perlu jika menggunakan system EPRO. Dokumen pelengkap
penawaran lainnya yang bersifat komersial & financial tetap harus anda
serahkan kebagian administrasi procurement proyek / purchaser (i.e. bid bond).
|
|
Q5) |
Apakah harga yang di masukkan ke EPRO harus sama dengan harga hard copy yang
disampaikan? |
|
A5) |
Ya. Dengan menggunakan system EPRO, penawaran yang dianggap
valid adalah penawaran yang di upload / diserahkan melalui system EPRO. Vendor
tidak perlu menyerahkan penawaran dalam bentuk hard copy.
|
|
Q6) |
Sesudah penawaran di masukkan, apakah penawaran bisa di revisi sebelum bid
opening? |
|
A6) |
Bisa. Lakukan sebagaimana anda melakukan quotation. Lihat
halaman 14 pada buku panduan penggunaan EPRO.
|
|
Q7) |
Bila sudah quote tapi mau edit (sisa waktu masih ada), masuk ke mana? |
|
A7) |
Lakukan sebagaimana anda melakukan quotation. Lihat halaman 14
pada buku panduan penggunaan EPRO.
|
A.6. Clarification & Negotiation (Related to EPRO)
|
Q1) |
Jika ada spesifikasi tender yang kurang jelas apakah ada kesempatan klarifikasi
direct langsung ke user? Terutama yang sifatnya system, pasti banyak
pertanyaan. |
|
A1) |
Sistem EPRO membantu Pihak REKIND & Vendor dalam hal:
- Recording
- Reporting
- Monitoring
Sistem EPRO tidak menggantikan pekerjaan manusia yang bersifat analisa, maka
direct clarification meeting tetap dapat anda laksanakan jika dirasa perlu oleh
kedua belah pihak. Sebaiknya direct clarification meeting tetap anda laksanakan
untuk menghindari loss time akibat salah paham/ atau kurang mengertinya salah
satu pihak tentang apa yang dimaksud dalam tulisan yang dikirimkan oleh pihak
yang lain.
|
|
Q2) |
Bagaimana untuk tender equipment / pressure vessel, heat exchanger yang
membutuhkan scope of work & spesifikasi yang cukup banyak dan harus jelas? |
|
A2) |
Sistem EPRO tidak menggantikan pekerjaan manusia yang bersifat
analisa, maka direct clarification meeting tetap dapat anda laksanakan jika
dirasa perlu oleh kedua belah pihak. Sebaiknya direct clarification meeting
tetap anda laksanakan untuk menghindari loss time akibat salah paham/ atau
kurang mengertinya salah satu pihak tentang apa yang dimaksud dalam tulisan
yang dikirimkan oleh pihak yang lain.
|
|
Q3) |
Setelah open bid apakah ada negosiasi, lebih lanjut? Misalnya soal delivery dan
harga. |
|
A3) |
Ada. Dalam system EPRO terdapat modul CBE clarification, TBE
clarification & negotiation. Bila yang dimaksud oleh pertanyaan adalah
final open bid, maka tidak ada negosiasi lagi apabila the lowest evaluated
bidder telah menawarkan paket dibawah OE yang tetapkan oleh REKIND.
|
|
Q4) |
Pada saat negosiasi final mohon di informasikan budgetary yang ada. |
|
A4) |
Dalam modul negosiasi yang ada dalam system EPRO, budgetary
price / owner estimate (OE) akan di informasikan item per item.
|
|
Q5) |
Bagaimanakah mengklarifikasi pemenang sebuah tender? Apakah berdasarkan harga
termurah sebagai prioritas? Atau masih di klarifikasi tekhnisnya lagi? |
|
A5) |
Penawaran vendor yang diserahkan dalam sebuah tender, terlebih
dahulu harus lulus secara technical. Secara paralel Purchaser akan
mengkalrifikasi commercial terms & condition dari penawaran tersebut. Bila
penawaran dinyatakan lulus secara technical, maka Purchaser dapat melanjutkan
ke tahap negosiasi harga dengan cara menginformasikan Budgetary Price/ Owner
Estimate (OE) dari paket tender tersebut.
|
|
Q6) |
Sesudah diketahui pemenang tender, apakah masih ada negosiasi harga? |
|
A6) |
Tidak ada.
|
|
Q7) |
Bagaimana jika terjadi salah spesifikasi quotation, apakah dapat di revisi
sesudah tender di tutup? |
|
A7) |
Penawaran anda dapat di revisi. Lakukan sebagaimana anda
melakukan quotation. Lihat halaman 14 pada buku panduan penggunaan EPRO
|
|
Q8) |
Suau ketika kalau ada klarifikasi yang mengharuskan ada diskusi apakah masih
mungkin di adakan? Karena via EPRO/ e-mail tidak begitu efektif (menurut
pendapat saya), terkadang reject / mental tergantung traffic di internet. |
|
A8) |
Sistem EPRO tidak menggantikan pekerjaan manusia yang bersifat
analisa, maka direct clarification meeting tetap dapat anda laksanakan jika
dirasa perlu oleh kedua belah pihak. Sebaiknya direct clarification meeting
tetap anda laksanakan untuk menghindari loss time akibat salah paham/ atau
kurang mengertinya salah satu pihak tentang apa yang dimaksud dalam tulisan
yang dikirimkan oleh pihak yang lain.
|
|
Q9) |
Apakah selama proses clarification hanya dilakukan melalui EPRO saja atau kita
bisa berinteraksi langsung dengan user (via phone) atau tatap muka secara
langsung. |
|
A9) |
Sistem EPRO tidak menggantikan pekerjaan manusia yang bersifat
analisa, maka direct clarification meeting tetap dapat anda laksanakan jika
dirasa perlu oleh kedua belah pihak. Sebaiknya direct clarification meeting
tetap anda laksanakan untuk menghindari loss time akibat salah paham/ atau
kurang mengertinya salah satu pihak tentang apa yang dimaksud dalam tulisan
yang dikirimkan oleh pihak yang lain.
|
|
Q10) |
Bagaimana peran procurement setelah sistem EPRO ini, kemampuan negosiasinya
tentunya tidak berfungsi optimal? |
|
A10) |
Sistem EPRO membantu procurement REKIND untuk mengurangi
pekerjaan yang bersifat clerical, dengan demikian fungsi purchaser dapat di
upgrade ke level analitical. Bila sistem EPRO dijalankan, maka procurement,
khususnya purchaser, akan memiliki banyak waktu luang yang dapat dimanfaatkan
untuk mengumpulkan informasi tentang paket yang ditenderkan, dengan demikian
negosiasi yang akan dilakukan oleh procurement akan lebih tajam bila
dibandingkan tidak menggunakan system EPRO.
|
|
Q11) |
Dalam program tersebut apakah ada informasi besarnya OE (Owner Estimate)? |
|
A11) |
Ada. Dalam modul negosiasi yang ada dalam system EPRO,
budgetary price / owner estimate (OE) akan di informasikan item per item.
|
|
Q12) |
Untuk tahap negosiasi mohon tidak disebutkan urutan nilai tendernya (value dari
masing-masing vendor) tapi hanya urutan berdasarkan nilai terendah saja. |
|
A12) |
Pada tahap negosiasi, informasi tentang urutan nilai tender
belum di sediakan. Informasi tersebut akan diberikan setelah tender berakhir/
final bid opening.
|
A.7. Tender Time & Tender Time Extension
|
Q1) |
Bagaimana caranya untuk memperpanjang closing date apabila closing date yang
diberikan oleh REKIND tidak cukup? |
|
A1) |
Kirimkan surat resmi kepada purchaser yang bersangkutan untuk
meminta perpanjangan waktu tender. Pastikan anda memberikan alasan yang jelas
perihal permintaan anda tersebut.
|
|
Q2) |
Bagaimana masalah waktu quote bila delay, mengingat waktu pemasukan harga yang
terlalu pendek. |
|
A2) |
Pastikan anda memasukkan penawaran dalam rentang waktu yang
diberikan, jika terlambat 1 detik saja maka anda dianggap tidak quoate. Jika
anda merasa waktu tender yang diberikan tidak memadai, kirimkan surat resmi
kepada purchaser yang bersangkutan untuk meminta perpanjangan waktu tender.
Pastikan anda memberikan alasan yang jelas perihal permintaan anda tersebut.
|
A.8. Tender Result Information system
|
Q1) |
Apakah peserta tender & pemenangnya dapat diketahui oleh peserta tender? |
|
A1) |
Bisa. Informasi tersebut tersedia pada menu “tender done”.
Lalu arahkan cursor mouse pada kata-kata “view position” pada paket tender yang
dimaksud, dan “click” untuk melihat informasi tersebut.
|
|
Q2) |
Apakah vendor yang decline bisa akses hasil tender tsb? |
|
A2) |
Bisa. Informasi tersebut tersedia pada menu “tender done”.
Lalu arahkan cursor mouse pada kata-kata “view position” pada paket tender yang
dimaksud, dan “click” untuk melihat informasi tersebut.
|
|
Q3) |
Bagaimana melihat posisi semua penawar/ peserta tender dalam satu tender? |
|
A3) |
Informasi tersebut tersedia pada menu “tender done”. Lalu
arahkan cursor mouse pada kata-kata “view position” pada paket tender yang
dimaksud, dan “click” untuk melihat informasi tersebut.
|
|
Q4) |
Kami minta supaya saat tender, saat setiap vendor yang tidak beruntung disurati
/ di informasikan berikut nama pemenangnya. |
|
A4) |
Informasi nama pemenang tersebut tersedia pada menu “tender
done”. Lalu arahkan cursor mouse pada kata-kata “view position” pada paket
tender yang dimaksud, dan “click” untuk melihat informasi tersebut. Guna
melihat regret letter, arahkan cursor mouse pada kata-kata “regret letter” pada
paket tender yang dimaksud, dan “click” untuk melihat informasi tersebut.
|
|
Q5) |
Apakah urutan pemenang dapat di peroleh infonya beserta angka-angkanya untuk
evaluasi vendor? |
|
A5) |
Informasi nama pemenang tersebut tersedia pada menu “tender
done”. Lalu arahkan cursor mouse pada kata-kata “view position” pada paket
tender yang dimaksud, dan “click” untuk melihat informasi tersebut.
|
|
Q6) |
Mohon di informasikan pemenang tender. |
|
A6) |
Informasi nama pemenang tersebut tersedia pada menu “tender
done”. Lalu arahkan cursor mouse pada kata-kata “view position” pada paket
tender yang dimaksud, dan “click” untuk melihat informasi tersebut.
|
|
Q7) |
Kami mohon ada pemberitahuan dari PT. Rekayasa jika setelah ada pemenang,
seperti pemenang pertama, kedua, ke tiga, agar kami juga jelas-siapa-siapa
saja? |
|
A7) |
Informasi nama pemenang tersebut tersedia pada menu “tender
done”. Lalu arahkan cursor mouse pada kata-kata “view position” pada paket
tender yang dimaksud, dan “click” untuk melihat informasi tersebut.
|
|
Q8) |
Apakah di umumkan pemenang di system EPRO? |
|
A8) |
Ya. Informasi nama pemenang tersebut tersedia pada menu
“tender done”. Lalu arahkan cursor mouse pada kata-kata “view position” pada
paket tender yang dimaksud, dan “click” untuk melihat informasi tersebut.
|
A.9 Other Question
|
Q1) |
Bagaimana apabila dalam menawarkan, vendor ingin menawarkan 2 option sebagai
alternative, bagaimana cara pengisiannya? (EPRO) |
|
A1) |
Alternatif yang anda tawarkan dapat anda jadikan sebagai
„attachment”/ lampiran dari penawaran anda yang utama. Informasikan option
tersebut pada bagian “remark“ dari penawaran anda. Lebih jelas tentang
bagaimana cara mengirimkan penawaran, lihat halaman 14 Buku Panduan Penggunaan
EPRO tentang “Quote“.
|
|
Q2) |
System EPRO ini, apakah diterapkan cuma di produk standard atau yang system
juga? |
|
A2) |
Sebagai permulaan dimulainya penggunaan sistem EPRO dan guna
menurunkan resiko yang ditanggung oleh Rekayasa dan Vendor bila terjadi hal
yang tidak di inginkan, maka saat ini sistem hanya gunakan untuk pembelian bulk
material (produk standard). Sistem EPRO sendiri telah di desain untuk
mengakomodir pengadaan barang jenis bulk material (produk standard) dan
engineered material (system). Jika semua berjalan dengan lancar, maka semua
jenis pengadaan barang di REKIND akan menggunakan sistem EPRO.
|
|
Q3) |
Apakah system pengadaan barang yang akan datang semuanya melalui proses EPRO? |
|
A3) |
Ya. Hanya untuk memudahkan implementasi sistem akan di awali
dengan pengadaan barang dengan jenis bulk material (produk standard). Jika
berjalan dengan lancar, maka maka semua jenis pengadaan barang di REKIND akan
menggunakan sistem EPRO.
|
|
Q4) |
Bagaimana system EPRO untuk pengadaan barang dan jasa? |
|
A4) |
Sistem EPRO sendiri telah di desain untuk mengakomodir
pengadaan barang jenis bulk material (produk standard) dan engineered material
(system).
|
|
Q5) |
Kalau ada pertanyaan apakah kami bisa menghubungi pihak PT. Rekayasa &
kepada siapa! |
|
A5) |
Hubungi Sdr. M.Haikal (EPRO Program Coordinator )di :
no. Telp: (62-21) 7988700 – ext. 2114
e-mail: haikal@rekayasa.co.id /
epro@rekayasa.co.id
|
|
Q5) |
Apa website dari Rekayasa on-line? |
|
A6) |
http://epro.rekayasa.com
|
|
Q7) |
Adakah proses tender di ulang / re-tender? |
|
A7) |
Proses tender ulang/ retender secara otomatis akan di picu
oleh sistem EPRO bila saat tender on-line, vendor yang mengirimkan penawaran
kurang dari tiga (3).
|
|
Q8) |
Proses tender ini (on-line) di mulai kapan? Atau, yang pertama untuk proyek
apa? |
|
A8) |
Rencananya, EPRO akan diimplementasikan untuk pembelian bulk
material (produk standard) yang masih belum terbeli di Proyek Geothermal
Kamojang 4.
|
|
Q9) |
Sebelum proses tender on-line itu sendiri, apakah ada pertemuan terlebih dahulu
antara semua vendor yang akan di undang bersama pihak Rekayasa, mengenai spec.
atau aturan tambahan yang lain? |
|
A9) |
Jika di rasa perlu, proyek dapat saja mengundang para vendor
untuk memberikan penjelasan tambahan. Jika tidak, maka tidak akan diadakan
pertemuan yang ditanyakan.
|
|
Q10) |
Kapan EPRO ini efektif digunakan untuk tender |
|
A10) |
Rencananya, EPRO akan diimplementasikan untuk pembelian bulk
material (produk standard) yang masih belum terbeli di Proyek Geothermal
Kamojang 4.
|
|
Q11) |
Pembelian urgent material, penunjukan langsung apakah dibuka pada on-line
(EPRO) |
|
A11) |
Sistem EPRO mengakomodir pembelian langsung untuk tujuan
pembelian urgent material.
|
|
Q12) |
Mohon vendor diberikan kesempatan simulasi sendiri. |
|
A12) |
Saat ini sedang kami atur jadwal training EPRO bagi para
vendor. Undangan akan kami kirimkan kemudian.
|
|
Q13) |
Kami mengharapkan system EPRO dapat dilaksanakan secara maximal untuk semua
procurement process (tidak terbatas untuk equipment tertentu) |
|
A13) |
Terima kasih atas support yang diberikan, demikian harapan
kami.
|
|
Q14) |
Bagaimana kami harus bertanya kalau mengalami kesulitan membuka rekayasa
on-line ini? |
|
A14) |
Hubungi Sdr. M.Haikal (EPRO Program Coordinator )di :
no. Telp: (62-21) 7988700 – ext. 2114
e-mail: haikal@rekayasa.co.id /
epro@rekayasa.co.id
|
|
Q15) |
Sejauh ini kami melihat EPRO hanya untuk supply material, bagaimana dengan
tender yang ada aplikasi (pekerjaan) |
|
A15) |
Hingga kini aplikasi EPRO memang terbatas untuk pengadaan
barang, akan tetapi tidak menutup kemungkinan untuk dikembangan guna
mengakomodasi kebutuhan akan pengadaan subcontracting (pekerjaan).
|
|
Q16) |
Mohon dibuatkan proses flow-chart untuk EPRO sehingga mudah di mengerti dalam
satu display yang sudah terpenuhi atau belum. |
|
A16) |
Kami telah sediakan hal yang lebih sederhana dan mudah
difahami dibandingkan proses flowchart. Pada modul EPRO vendor kami sediakan
tabel “tender sumary” yang berfungsi sebagai:
- Work monitoring table
- Proses work flow information
- Statistic of participation report
Tabel inilah yang senantiasa anda lihat untuk memantau segala aktifitas yang
berhubungan dengan partisipasi anda dalam tender on-line di Rekayasa.
|
|
Q17) |
Hard Copy PO apakah masih dibutuhkan? |
|
A17) |
Masih. Hard Copy PO memiliki fungsi legalitas yang belum
dimiliki PO EPRO.
|
B. Sistem pengadaan barang dan jasa
B.1. Process Business dari Sistem pengadaan barang dan
jasa
|
Q1) |
Proses pemilihan pemenang yang disepakati berdasarkan apa, bila tidak sesuai
bagaimana? |
|
A1) |
|
|
Q2) |
Penentuan harga OE (Owner Estimate) apakah harga real di pasaran atau mengikuti
keinginan project team? |
|
A2) |
|
|
Q3) |
Mencakup masalah spasifikasi, term condition, klarifikasi teknis, payment? |
|
A3) |
|
|
Q4) |
Apakah ada penilaian lain seperti ADP, strong point product supply? |
|
A4) |
|
|
Q5) |
Apa ada technical meeting? |
|
A5) |
|
|
Q6) |
Bagaimana caranya menghubungkan antara proses tender bid stage REKIND dengan
execution stage, perihal Technical & Commercial, dalam pemilihan supporting
vendor, ditinjau dari sisi capability dan pricing untuk menentukan budget
sewaktu bid stage kemudian nantinya saat execution? |
|
A6) |
|
|
Q7) |
Berapa bidder minimal diperlukan untuk melakukan “Open Bid”? |
|
A7) |
|
|
Q8) |
Mohon agar setiap tender / proposal dibuatkan data sheet selengkap mungkin. |
|
A8) |
|
|
Q9) |
Apakah waktu pembukaan commercial proposal para vendor hadir untuk menyaksikan
pembukaan tersebut? Kalau ya, kami sampai sekarang tidak pernah di ajak
menghadiri acara tersebut. Apakah ada standard ganda? Mohon perhatian dari
pihak management Rekayasa. |
|
A9) |
|
|
Q10) |
Syarat-syarat apa saja yang harus di penuhi untuk dapat di undang atau di ikut
sertakan dalam proses tender di PT. Rekayasa Industri? |
|
A10) |
|
|
Q12) |
Apakah tender di Rekayasa berdasarkan produk? |
|
A12) |
|
|
Q13) |
Siapa yang ditunjuk sebagai pemenang tender, berapa vigure price? |
|
A13) |
|
|
Q14) |
Kalau tidak menang karena apa? |
|
A14) |
|
|
Q15) |
Jika PO yang sudah di keluarkan REKIND ada kesalahan pengetikan, berapa lama
komitmen REKIND untuk menyelesaikan revisi PO? |
|
A15) |
|
|
Q16) |
Pemenang tender apakah ditentukan hanya harga termurah saja? Dan untuk proses
negosiasi apakah hanya untuk harga termurah atau 3 harga terendah atau semua di
nego? |
|
A16) |
|
|
Q17) |
Apakah ada rencana pembuatan semacam grade level untuk fabricator yang telah
men support pekerjaan di proyek REKIND dalam beberapa kategori, misalnya
Delivery Time, Pricing, Respond, Engineering, dan Quality. Misal Fabricator A
mempunyai kategori bad/ good/ excellent untuk delivery time, tapi bad untuk
respond, dll. |
|
A17) |
|
|
Q18) |
Bolehkah mengganti brand setelah ditunjuk sebagai pemenang? |
|
A18) |
|
|
Q19) |
Bila pemenang tender mengundurkan diri, apakah pemenang tersebut di black list
atau di kenakan denda / pinalty? |
|
A19) |
|
|
Q20) |
Apakah kita tidak perlu mengambil PO asli dengan menggunakan materai? |
|
A20) |
|
|
Q21) |
Masalah delivery time apakah di hitung berdasarkan drawing approval? |
|
A21) |
|
|
Q22) |
Jika pemenang pertama mengundurkan diri, apakah otomatis pemenang ke dua jadi
pemenang dengan harga penawaran terakhir? |
|
A22) |
|
|
Q23) |
Masalah delivery time. |
|
A24) |
|
|
Q25) |
Kami akan mengirimkan questionnaire untuk customer satisfaction, untuk
perbaikan hubungan business antara customer dan vendor. Ini hanya sebagai
catatan dari kami saja. |
|
A25) |
|
|
Q26) |
Ada kemungkinan perang harga, bagaimana menghindarinya? |
|
A26) |
|
|
Q27) |
Adakah supplier yang di ”black listed”? |
|
A27) |
|
|
Q28) |
Apa saja hal-hal yang dipertimbangkan apabila ada system “black list” di PT.
Rekayasa Industri? |
|
A28) |
|
|
Q29) |
Apakah proses eskalasi di ijinkan sehubungan dengan kenaikan harga bahan baku
dan biaya manufacturing (transport, listrik, etc) |
|
A29) |
|
|
Q30) |
Perhitungan delivery time dihitung berdasarkan setelah PO diberikan atau
setelah drawing approval? |
|
A30) |
|
|
Q31) |
DCN itu kapan di keluarkan, mestinya setelah kirim barang atau setelah final
documentation? Karena perna DCN dikeluarkan sdetelah final documentation bukan
seelah kirim barang. |
|
A31) |
|
B.2. Waktu Tender
|
Q1) |
Mengapa waktu yang disediakan untuk menyiapkan penawaran terlalu singkat? |
|
A1) |
|
|
Q2) |
Technical Clarification meeting pemberitahuannya terlalu dekat, hanya satu hari
sebelum meeting. Bila minta di extend / diganti waktu meeting nya tidak bisa di
ubah lagi. |
|
A2) |
|
B.3. Payment
|
Q1) |
Term of payment tolong dapat dipertimbangkan supaya tidak terlalu panjang,
karena belakangan ini bisa sampai 60 hari. |
|
A1) |
|
|
Q2) |
Payment mohon dilakukan on-time! |
|
A2) |
|
|
Q3) |
Apakah system penalty vendor terhadap REKIND bisa diterapkan secara fair jika
ada keterlambatan payment REKIND? Bagaimana mekanismenya? |
|
A3) |
|
|
Q4) |
Bagaimana bila Rekayasa paymentnya delay? |
|
A4) |
|
|
Q5) |
Payment, apakah boleh mengajukan D/P? maximum berapa? |
|
A5) |
|
|
Q6) |
Berapa lama Rekayasa bisa me release pembayaran? |
|
A6) |
|
|
Q7) |
Bisakah diberikan penjelasan max. Berapa bulan? |
|
A7) |
|
|
Q8) |
Apakah bisa menggunakan L/C? |
|
A8) |
|
|
Q9) |
Mengenai pembayaran: Max 30 hari setelah invoice |
|
A9) |
|
|
Q10) |
Untuk invoice yang nilainya min. US$ 20.000,- mohon diberikan DP (20%) |
|
A10) |
|
|
Q11) |
Bagaimana bila Rekayasa melakukan keterlambatan pembayaran, sedangkan bila
terlambat supply kami dikenakan penalty? |
|
A11) |
|
|